3 Jenis Vaksin yang Tidak Boleh Didapat Orang Dengan Alergi Telur

Orang yang mempunyai alergi telur mesti berhati-hati ketika hendak mendapatkan vaksinasi. Pasalnya ada sejumlah vaksin yang diciptakan dengan tidak banyak protein telur. Ini dapat menambah risiko kekambuhan reaksi alergi. Lantas, jenis vaksin apa saja yang tidak boleh diserahkan pada mereka yang alergi terhadap protein telur?

Vaksin yang tidak boleh diserahkan pada orang dengan alergi telur

Hampir seluruh jenis vaksin lazimnya aman guna orang yang punya alergi telur. Termasuk vaksin MMR (campak, campak Jerman, dan gondongan) yang notabene berisi tidak banyak protein telur. Vaksin ini dirasakan aman oleh semua ahli, bahkan guna orang-orang yang mempunyai alergi terlampau parah sekalipun.

Lalu, apa yang usahakan tidak diserahkan pada anak-anak atau orang dewasa yang mempunyai alergi terhadap protein telur?

1. Vaksin rabies

Rabies ialah virus riskan yang ditularkan melewati gigitan fauna liar yang terinfeksi, lazimnya sigung, rakun, kelelawar, dan rubah. Binatang peliharaan tergolong kucing dan anjing pun dapat terinfeksi virus ini.

Infeksi rabies yang menyerang insan bisa berdampak fatal. Maka, Anda butuh perlindungan dari virus itu dengan vaksin rabies. Terutama andai Anda berisiko tinggi, contohnya bekerja dekat fauna atau mengurus hewan.

Namun, mayoritas vaksin rabies berisi protein telur sampai-sampai seringnya tidak dirasakan aman untuk orang yang mempunyai alergi telur parah.

2. Vaksin influenza

WHO dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasi nyaris semua orang di atas umur 6 bulan guna mendapatkan vaksin flu masing-masing tahun. Pasalnya, influenza ialah penyakit serius yang sangat gampang menular dan paling mungkin memerlukan rawat inap bilamana gejalanya lumayan parah. Infeksi influenza parah bahkan dapat mengakibatkan kematian pada kasus-kasus tertentu.

Namun, vaksin influenza tidak diperbolehkan untuk mereka yang alergi telur. Vaksin flu tercipta dari benih telur, yang dikhawatirkan akan memunculkan reaksi alergi parah pada orang-orang tersebut.

3. Vaksin demam kuning (yellow fever)

Demam kuning ialah infeksi menular lewat gigitan nyamuk yang tidak sedikit ditemukan di Amerika Selatan dan Afrika. Apabila insan tertular virus ini, demam kuning dapat merusak hati dan organ dalam lainnya yang dapat menakut-nakuti nyawa. Penyakit ini mempunyai tingkat kematian yang tinggi, sampai-sampai Anda butuh divaksinasi sebelum mengerjakan perjalanan ke negara-negara tertentu yang rentan wabah demam kuning. Misalnya, sebelum berangkat haji atau umroh.

Sayangnya, seluruh vaksin demam kuning dikultur dalam telur, sampai-sampai dokter menganjurkan mereka dengan riwayat reaksi alergi telur parah guna menghindari vaksin ini. Namun mereka yang mempunyai reaksi alergi telur yang lebih ringan barangkali masih dapat mendapatkan vaksin demam kuning. Beritahu dokter bilamana Anda terpapar penyakit demam kuning tetapi mempunyai riwayat alergi telur. Dokter barangkali akan menyerahkan pilihan penyembuhan lainnya yang lebih aman.

Jika kita mempunyai alergi telur, usahakan konsultasikan ke dokter kita terlebih dahulu sebelum mengerjakan vaksinasi jenis apapun untuk meyakinkan ketenteraman vaksin tersebut.
3 Jenis Vaksin yang Tidak Boleh Didapat Orang Dengan Alergi Telur 3 Jenis Vaksin yang Tidak Boleh Didapat Orang Dengan Alergi Telur Reviewed by shakaela on Juli 01, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.